Pendidikan
Anak pada Usia Dini merupakan hal yang sangat penting yang harus
diperhatikan oleh orangtua. Hal ini dikarenakan pada masa-masa inilah
seorang anak perkembangan otaknya sangat pesat. Rangsangan atau
stimulasi positif dari lingkungan sekitar baik langsung maupun tidak sedikit banyak akan memberikan dampak pada kondisi kejiwaan anak.
Tanpa
disadari, sedikit sekali orangtua yang benar-benar perduli terhadap
masalah perkembangan otak anaknya. Padahal otak memiliki masa kritis
untuk berkembang (Window of Opportunity) dan Bila masa kritis terlewatkan, maka kemampuan otak tidak akan optimal atau masa ini lebih dikenal dengan masa Golden Age, dimana masa ini terjadi yakni pada saat anak berusia 0 - 6 Tahun .
Penting diketahui bahwa perkembangan otak anak tidak hanya dipengaruhi oleh gen dan lingkungan saja, namun pengalaman atau informasi yang didapat anak juga mempengaruhi perkembangan otak . Pengalaman dan informasi yang menyenangkan akan membuat anak lebih fokus selama proses belajar.
Selain
itu dalam beberapa penelitian menyebutkan gerakan tubuh yang cukup juga
membuat otak anak lebih berkembang. Karena gerakan merekatkan kedua
belahan otak yang memungkinkan anak menggunakan keduanya untuk
menyampaikan informasi antara belahan otak kanan dan kiri. Alasan inilah
yang menyebabkan anak usia dini harus bergerak untuk bisa belajar.
Mereka bisa memperhatikan dan belajar jika mereka bebas untuk bergerak,
duduk diam merupakan tekanan dan menghambat kemampuan mereka untuk
menyerap seluruh informasi baru .
Seperti
yang diungkapkan oleh Hendra Suryana S.Sos selaku kepala sekolah TB
& TK Islam Internasional “Anak Taqwa” Al Azhar Banjarmasin menyatakan
bahwa otak dan gerak memiliki hubungan yang erat dan merupakan hal
penting dalam kehidupan tumbuh kembang. Keduanya dapat menjadi tolak
ukur sebuah normalitas kehidupan seseorang.
Dalam
beberapa kasus pada umumnya, tak dapat dipungkiri dalam pelaksanaan
pembelajaran terkadang terdapat anak yang tak mau melakukan kegiatan
belajar, bermain atau berolah raga, hal ini tidak menutup kemungkinan
karena anak merasa bosan dengan model pembelajaran yang ada. Oleh sebab itulah kehadiran
kolam renang merupakan suatu media yang tepat untuk memacu anak- anak
untuk menggerakan seluruh anggota tubuhnya guna melatih perkembangan
motorik kasar dan motorik halusnya dan sekaligus juga berpengaruh pada perkembangan otaknya.
Selain
itu dengan adanya fasilitas ini kami juga secara tidak langsung
meningkatkan kapasitas fisik anak karena dalam kegiatan berenang anak
secara tidak sadar telah melakukan penguatan ototnya, meningkatkan
ketangkasan, kecepatan, dan fleksibilitas tubuhnya.
Selanjutnya Hendra Suryana S.Sos mengungkapkan dalam usaha memaksimalkan tumbuh kembang pada anak juga perlu diperhatikan beberapa hal salah satunya yaitu tetap
memperhatikan atau melihat kemampuan gerak anak sesuai dengan tahapan
usia dan kemampuan anak. Tidak dibenarkan untuk memberikan
penekanan-penakanan atau memaksakan anak melakukan kegiatan yang diluar
dari tahap perkembangan usianya karena itu tidak menutup kemungkinan
bedampak negatif bagi anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar